Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Basarnas: Manggarai Timur Terdampak Parah, 55 Tewas

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter melanda wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2020. Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Hingga pukul 15.00 WITA, tercatat 187 orang menjadi korban, dengan 55 orang meninggal dunia dan 132 lainnya luka-luka. Bencana ini menimbulkan kerusakan signifikan dan membutuhkan penanganan darurat. Pada Senin, 17 Agustus, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi Posko Desa Ronting di Kecamatan Lamba Leda Utara. Mereka memantau operasi penanganan pascagempa. Syafii mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari bangunan berisiko roboh. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat dalam menangani bencana. Operasi pencarian dan pertolongan dilakukan secara intensif. Pada hari ketiga operasi, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Nagekeo, Ende, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, dan Reo. Secara keseluruhan, penanganan bencana ini melibatkan 711 personel gabungan dari berbagai instansi, seperti TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR daerah terus melakukan pencarian, evakuasi, dan pemantauan di lapangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait