Bawaslu dan GPM Jogja Bakal Bentuk Kampung Antipolitik Uang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bawaslu Kota Yogyakarta bersama Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Yogyakarta membentuk Kampung Anti Money Politik dan RW Anti Money Politik. Inisiatif ini bertujuan membangun pemilu yang berintegritas dari akar rumput. Djarot Kurniadi (Ketua GPM) menyatakan pemilu bukan sekadar pesta demokrasi lima tahunan, melainkan alat bagi rakyat untuk menentukan nasib sendiri. Andie Kartala (Ketua Bawaslu) berharap kampung dan RW antipolitik uang dapat meminimalisir praktik kotor dalam pemilu. Kolaborasi diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa suara rakyat tidak bisa dibeli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 04.15
Bawaslu Soroti Wacana E-Voting Pemilu RI: Sudah Tak Dipakai di Jerman
Berita terkait
Bawaslu Ingatkan Risiko E-Voting, Soroti Pengalaman Jerman
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 12.55
Bawaslu Dapat Anggaran Rp 3,7 T di 2027, Minta Tambah Rp 772,74 M
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 19.43
HUT ke-25 Partai Demokrat, AHY: TNI, Polri, ASN Harus Profesional-Netral dalam Pemilu
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 21.14
Survei PPI: Elektabilitas Gerindra 18,3%, Ungguli PDIP dan Golkar
kumparan · 5 September 2026 pukul 16.05