Beban Cukai Rendah, Rokok Elektronik Dinilai Mudah Diakses Anak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rokok elektronik di Indonesia dinilai sangat mudah diakses oleh anak-anak dan remaja karena beban pajak yang rendah. Data RUKKI menunjukkan beban pajak rokok elektronik hanya 24,2%, jauh lebih rendah dibandingkan rokok konvensional (72,8%) dan HTP (51,2%). Indikator Relative Income Price (RIP) rokok elektronik yang konsisten di bawah 1% membuktikan produk ini sangat terjangkau bagi masyarakat ekonomi rendah.
Kondisi ini diperparah oleh kemudahan akses melalui toko vape, platform digital, hingga transaksi barang bekas. Temuan Lentera Anak menunjukkan perangkat rokok elektronik ditemukan di 7 dari 10 sekolah di Jakarta. Selain itu, Badan POM menemukan adanya produk yang dikamuflase menyerupai barang sehari-hari untuk mengelabui pengawasan. RUKKI dan Lentera Anak mendesak pemerintah menaikkan cukai secara signifikan dan memperketat pengawasan distribusi guna melindungi generasi muda.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 September 2026 pukul 13.17
Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut Terulang, BPOM Perketat Sertifikasi CPOB Farmasi
Berita terkait
Minta Ditunda hingga 2031, Industri Galon Guna Ulang belum Siap Ikuti Regulasi BPA yang Diperketat
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 14.37
Bio-RV, Vaksin Kolaborasi Bio Farma dan MCRI Peroleh Izin Edar dari BPOM RI
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 00.10
Kemasan Rokok dan Vape Diseragamkan, Ekonom Khawatir Produk Ilegal Meningkat
JawaPos · 2 September 2026 pukul 22.16
Bahaya BPA Meningkat, BPOM Turunkan Batas Migrasi BPA 12 Kali Lebih Rendah
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.46