Beban Utang G7 Memuncak: AS Tembus Rp707 Ribu Triliun, Suku Bunga Global Ancam Keuangan Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi G7 menghadapi tekanan finansial tertinggi dalam beberapa dekade. Utang AS mencapai USD40 triliun atau Rp707.154 triliun (kurs Rp17.78/USD), didorong belanja pascapandemi, konflik geopolitik, dan permintaan modal besar dari perusahaan AI. Lonjakan ini mendorong imbal hasil obligasi global ke level tertinggi dalam 10-30 tahun. Di AS, yield obligasi 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, memaksa Departemen Keuangan AS untuk mengintervensi pasar. Jepang juga melaporkan yield mendekati level tertinggi tiga dekade terakhir, sementara Jerman yang relatif lebih ringan juga melihat yield naik ke level tertinggi sejak 2011. Yield obligasi 10 tahun Jepang mendekati 3%, ambang psikologis pertama kalinya sejak pertengahan 1990-an, dipicu rencana belanja ekspansif PM Sanae Takaichi. Beban utang yang meningkat menambah biaya pinjaman, berpotensi membatasi pengeluaran rumah tangga dan menekan pertumbuhan ekonomi. Di skenario terburuk, negara berisiko mengalami krisis likuiditas.
Bagikan
Berita terkait
Nikkei-Kospi Kompak Merah, Bursa Asia Dibayangi Yield AS
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 08.35
Utang Pemerintah AS Tembus Rp 712.000 Triliun!
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 08.15
Soroti Asumsi ICP USD 75 per Barel, Eks Menteri BUMN Ungkap Ancaman Beban Fiskal
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 12.00
Trump Pangkas Tarif Impor Daging Sapi Picu Kekhawatiran Peternak AS
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 06.01