Soroti Asumsi ICP USD 75 per Barel, Eks Menteri BUMN Ungkap Ancaman Beban Fiskal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda berpotensi menimbulkan tantangan bagi pencapaian target RAPBN 2027, khususnya terkait asumsi harga minyak. Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi menyoroti bahwa konflik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga meningkatkan biaya impor energi Indonesia. Kondisi ini berdampak pada kenaikan biaya transportasi dan produksi, serta tekanan inflasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.40
RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.43
Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.55
Wall Street Ambruk, JurusMenkeu AS Redam Utang Gagal Total?
Berita terkait
Citi Indonesia Ungkap Faktor Global dan Domestik yang Dapat Menurunkan Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.30
Prabowo Targetkan Lifting Minyak di 2027 Capai 610.000 Barel per Hari
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.57
Rupiah Menguat Tinggalkan 18.000, Intip Prediksi Hari Ini
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 12.11
BI Catat Uang Beredar RI Capai Rp10.371 Triliun, Tumbuh 8,3%
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.30