Bela Prabowo soal Londo Ireng, Hasan Nasbi Sebut Pemerintah Berhak Mengkritik Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, membela pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sebagian wartawan, pengamat, dan LSM sebagai "Londo Ireng." Hasan menilai kritik dari masyarakat terhadap pemerintah harusnya berlaku dua arah, artinya pemerintah juga berhak mengkritik balik masyarakat.
Hasan menyoroti adanya ketidakseimbangan mentalitas dalam berdemokrasi. Menurutnya, masyarakat leluasa mengkritik pemerintah dari yang sopan hingga tidak sopan, namun ketika pemerintah membalas dengan sebutan "Londo Ireng," banyak pihak justru marah dan meradang. Ia menegaskan kebebasan berpendapat tidak boleh diterapkan secara searah, tetapi harus berlaku timbal balik antara pemerintah dan warga negara.
Kontroversi ini bermula dari pernyataan Prabowo dalam sebuah kesempatan yang menyebut ada pihak-pihak yang kerap mengkritik pemerintah layaknya "Londo Ireng." Pernyataan tersebut menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan, sehingga Hasan angkat bicara untuk menegaskan posisi pemerintah bahwa hak berkritik tidak hanya dimiliki satu pihak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 21.26
Polemik Londo Ireng, Hasan Nasbi: Istilah untuk Sebagian Orang yang Lebih Suka Gaduh
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 12.28
Prabowo Tegaskan Indonesia Sudah Swasembada Pangan: Apa Pun yang Terjadi, Kita Bisa Jamin Makan Rakyat
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 18.01
Prabowo Beri Sinyal Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif
Berita terkait
Prabowo Bisa 'Pusing', Sengketa Pendidikan Gibran di MK Disebut Mulai Sentuh Istana
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 17.30
Jokowi Bisa Tinggalkan PDIP, Bisakah Dedi Mulyadi Lepas dari Bayang-bayang Prabowo?
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 10.20
Elektabilitas Prabowo Merosot Tajam di Survei Terbaru SMRC, Sosok Ini Malah Melesat Hingga 35 Persen!
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 07.55
Dedi Mulyadi Disebut Mustahil Lawan Prabowo di 2029
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 19.20