Belajar dari Sampurna, Mirjawal: One Health Harus Memperkuat Deteksi Dini Risiko Kesehatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kematian orangutan bernama Sampurna di Ketapah, Kalimantan Barat, menjadi peringatan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam satwa liar, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia yang hidup di wilayah terdampak. Sampurna, seorang orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dewasa, ditemukan lemas dan tidak sadar di perkebunan sawit pada 30 Agustus 2026, kemudian meninggal pada 1 September 2026 meskipun mendapatkan terapi oksigen dan infus dari tim BKSDA dan Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI). Hasil nekropsi menunjukkan perubahan pada paru-paru, jantung, dan ginjal, dengan gangguan paru-paru diduga disebabkan paparan asap yang menyebabkan kekurangan oksigen akut.
Drh. Mirjawal, M.M., sebagai Calon Ketua Umum PB PDHI, menekankan bahwa orangutan dapat berperan sebagai penanda awal (sentinel) terhadap ancaman kesehatan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa paru-paru orangutan dan manusia menghadapi asap yang sama, sehingga gangguan pernapasan berat pada satwa liar harus dijadikan sinyal bahwa kondisi lingkungan juga mengancam kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan One Health, penting untuk memperkuat sistem deteksi dini risiko kesehatan terkait pencemaran lingkungan, khususnya akibat kebakaran hutan dan lahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 15.03
17 Ribu Hotspot Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Habitat Orangutan
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.16
Tangani Asap Lintas Batas dari Kalimantan, Malaysia Mulai Penyemaian Awan di Sarawak
Berita terkait
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 21.21
Hotspot Karhutla Melonjak Lagi, Kalbar-Kalteng Jadi Prioritas
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.11
Karhutla Indonesia Meningkat, El Nino Bikin Kebakaran Makin Parah
Detik.com · 1 September 2026 pukul 09.15
Dishut Kaltara Imbau Warga Waspadai Asap Karhutla, Polda Selidiki 12 Titik Kebakaran
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 22.00