Belajar dari Sejarah, Benteng Policy di Era Prabowo Perlu Pengawasan Ketat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Dewan Pakar ASPRINDO, Didin S. Damanhuri, menilai kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang mengadopsi konsep Benteng Policy berpotensi memperkuat pengusaha pribumi dan ketahanan ekonomi nasional. Namun, kebijakan ini hanya efektif jika disertai tata kelola yang baik, pengawasan ketat, dan mekanisme transparan.
Benteng Policy pertama kali diperkenalkan oleh Soemitro Djojohadikusumo saat menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha pribumi melalui pemberian lisensi impor. Tujuannya agar mampu bersaing dengan kelompok usaha mapan dari era kolonial. Namun, implementasi kebijakan tersebut tidak berjalan sesuai tujuan. Banyak penerima lisensi menjual haknya melalui praktik 'Ali-Baba', sehingga manfaat tidak dinikmati pengusaha pribumi. Dari ratusan lisensi yang diterbitkan, hanya sedikit yang berhasil berkembang, dan praktik penyimpangan memicu korupsi berskala besar.
Bagikan
Berita terkait
Kemerdekaan dan Martabat Kebangsaan
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.00
Target 30.000 Kopdes Prabowo, Pengamat: Itu Bukan Koperasi, Hanya Topeng Bisnis Pejabat
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.50
Prabowo Klaim Penghasilan Ojol Naik Berkat Aturan Baru
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 15.02
Berkah Koperasi Merah Putih, Prabowo: Pasar Tak Bisa Dikuasai Saudagar
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.55