Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Belajar Ekonomi Merdeka dari Lomba 17 Agustus

Artikel ini menganalogikan ekonomi Indonesia dengan lomba 17 Agustus, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pemerataan kesempatan. Meskipun ekonomi tumbuh 5,61% pada triwulan I 2026 dan angka kemiskinan turun menjadi 8,07% pada Maret 2026, ketimpangan masih terjadi dengan Gini Ratio September 2025 sebesar 0,363. Penulis menyoroti bahwa 'garis start' ekonomi setiap warga tidak sama, sehingga diperlukan intervensi untuk menciptakan mobilitas sosial.

Program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp335 triliun dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Keberhasilan program ini tidak boleh hanya diukur dari penyerapan anggaran, tetapi dari sejauh mana petani, peternak, dan UMKM masuk dalam rantai pasok. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan ekonomi merdeka di mana pertumbuhan menjadi sarana bagi seluruh lapisan masyarakat untuk naik kelas bersama.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait