Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Benarkah Warga RI Doyan Mobil Listrik Sampai Tak Peduli SPKLU Kurang?

Penggunaan mobil listrik di Indonesia menghadapi tantangan infrastruktur pengisian daya, terutama akibat kebiasaan masyarakat yang sering bepergian jauh. Menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, jarak tempuh harian konsumen Indonesia biasanya hanya 50 hingga 100 kilometer, sehingga tidak menjadi hambatan besar. Namun, kebiasaan bepergian saat libur menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan fasilitas pengisian daya publik untuk mendukung mobilitas jarak jauh.

Bebin menggambarkan kondisi kepadatan kendaraan di jalan tol saat musim libur, yang berlangsung hingga 24 jam. Situasi ini memicu kekhawatiran apakah infrastruktur pengisian daya dapat menampung banyaknya mobil listrik yang melakukan perjalanan bersamaan. Meski demikian, konsumen Indonesia tetap rela menunggu bahkan menginap satu malam hanya untuk mengisi daya kendaraan mereka.

Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil bensin turun 4,34% pada Agustus 2026 dibandingkan Juli, sementara penjualan mobil listrik mengalami lonjatan 24,63% dari 13.972 unit pada Juli menjadi 17.413 unit pada Agustus 2026. Pertumbuhan ini menegaskkan pentingnya pengembangan infrastruktur pengisian daya yang lebih luas dan andal.

Berita terkait