Benarkah Warga RI Doyan Mobil Listrik Sampai Tak Peduli SPKLU Kurang?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penggunaan mobil listrik di Indonesia menghadapi tantangan infrastruktur pengisian daya, terutama akibat kebiasaan masyarakat yang sering bepergian jauh. Menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, jarak tempuh harian konsumen Indonesia biasanya hanya 50 hingga 100 kilometer, sehingga tidak menjadi hambatan besar. Namun, kebiasaan bepergian saat libur menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan fasilitas pengisian daya publik untuk mendukung mobilitas jarak jauh.
Bebin menggambarkan kondisi kepadatan kendaraan di jalan tol saat musim libur, yang berlangsung hingga 24 jam. Situasi ini memicu kekhawatiran apakah infrastruktur pengisian daya dapat menampung banyaknya mobil listrik yang melakukan perjalanan bersamaan. Meski demikian, konsumen Indonesia tetap rela menunggu bahkan menginap satu malam hanya untuk mengisi daya kendaraan mereka.
Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil bensin turun 4,34% pada Agustus 2026 dibandingkan Juli, sementara penjualan mobil listrik mengalami lonjatan 24,63% dari 13.972 unit pada Juli menjadi 17.413 unit pada Agustus 2026. Pertumbuhan ini menegaskkan pentingnya pengembangan infrastruktur pengisian daya yang lebih luas dan andal.
Bagikan
Berita terkait
Penjualan EV Tembus 101 Ribu Unit, Hyundai Sebut Kepercayaan Masyarakat Makin Kuat
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.30
Mobil ke-100.000 Buatan Subang: Wuling Butuh 5,5 Tahun, BYD Cuma 26 Bulan
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 21.15
Penjualan VinFast Masih Terpusat di Jabodetabek, Ekspansi ke Daerah Jadi Tantangan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 19.47
9 Rekomendasi Mobil EV Murah
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.15