Bermula dari Satu Klik, Algoritma Perkuat Paparan Radikalisme di Ruang Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menkomdigi Meutya Hafid dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu (29/7/2026), membahas buku 'Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisasi hingga Manipulasi Kesadaran'. Ia mengingatkan radikalisasi di ruang digital berawal dari interaksi sederhana seperti satu klik, bantuan personal, percakapan daring, dan rekomendasi konten yang diulang algoritma. Perpaduan narasi ekstrem dan algoritma menciptakan ilusi kebenaran, mengalahkan fakta dengan emosi, dan membentuk situasi post-truth.
Proses radikalisasi tidak instan. Dimulai dari uluran tangan, pemberian bantuan, pelunasan utang, hingga janji pendidikan atau kehidupan lebih baik untuk membangun kepercayaan korban. Setelah itu, jaringan memasukkan narasi ideologis dan mengarahkan pada tindakan bertentangan dengan kemanusiaan. Meutya menekankan dampak ini terbentuk perlahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Meutya juga menyarankan orang tua mencermati perubahan pola komunikasi anak, karena paparan konten berbahaya tidak terlihat seketika tetapi berakumulasi secara bertahap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Berita terkait
AI Makin Mandiri, Kaspersky Ingatkan Kepercayaan Buta Manusia Bisa Jadi Bumerang
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 15.16
Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.45
Bahaya Kepercayaan Buta pada Agen AI dan Ancaman Rantai Pasok Perangkat Lunak
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 12.47
Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 02.15