Besi-Baja Impor Makin Serbu RI, Bos Pengusaha Singgung Aturan WTO
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri besi dan baja Indonesia masih menghadapi tantangan hingga Agustus 2026. Pada semester I 2026, ekspor besi dan baja (HS 72) turun 7,48% menjadi 10,46 juta ton, sementara impor naik 13,65% mencapai 7,94 juta ton. Kenaikan impor justru mengkhawatirkan industri domestik yang sudah memiliki kapasitas produksi memadai. Direktur IISIA Harry Warganegara menyatakan perlunya penguatan pasar domestik melalui peningkatan konstruksi, investasi, dan manufaktur. Banyak negara melindungi pasar dengan instrumen WTO-sesuai; Indonesia sedang menjajaki kerja sama untuk mengendalikan impor melalui program substitusi. Namun, impor tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang belum dapat diproduksi secara lokal.
Bagikan
Berita terkait
Purbaya Mau Evaluasi Efek Kerja Sama Perdagangan Bebas ke Industri RI
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.54
Airlangga Bantah Tudingan Praktik Transhipment Buat Kirim Barang China
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.56
HUT ke-81 RI: Kawasan Industri Kaltara Sukses Rekrut Ribuan Pekerja
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.24
Video: PR Pengusaha Jaga Kelangsungan Produk Alkes Made In Indonesia
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 16.00