Purbaya Mau Evaluasi Efek Kerja Sama Perdagangan Bebas ke Industri RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong evaluasi dampak Free Trade Agreement (FTA) terhadap industri dalam negeri. Purbaya menekankan pentingnya analisis mendalam untuk mengidentifikasi sektor yang tertekan akibat liberalisasi perdagangan, sekaligus menentukan industri yang masih bisa diselamatkan dan dikembangkan. Ia menyampaikan tiga pendekatan yang dapat diterapkan pemerintah: membiarkan industri berhenti, membiarkan bertahan tanpa intervensi besar, atau memberikan perlindungan dan dukungan agar kembali tumbuh. Evaluasi ini bertujuan agar kebijakan tidak sama diterapkan ke seluruh sektor industri.
Mulai September 2024, Kementerian Keuangan akan mengubah pendekatannya dalam menggali potensi ekonomi, termasuk peluang dari FTA, guna mendorong pertumbuhan ekonomi hingga minimal 6 persen pada akhir 2026. Purbaya menegaskan bahwa FTA tidak hanya ancaman, tetapi juga pintu untuk membuka pasar baru dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Ia meminta pemerintah memperhatikan sektor baru dengan prospek tinggi, seperti pusat data, yang membutuhkan dukungan energi yang andal.
Purbaya juga menyoroti peluang dari kerja sama perdagangan dengan Eropa, khususnya untuk produk berbasis energi baru terbarukan (EBT). Sektor tekstil dan alas kaki dinilai berpotensi memanfaatkan kesempatan ini. Untuk mendukungnya, ia membuka kemungkinan peningkatan investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi melalui PT Geo Dipa Energi, guna menyediakan energi kompetitif bagi pusat industri tekstil ekspor ke Eropa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.11
Menkeu Purbaya Evaluasi FTA untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.00
Purbaya Minta Dampak FTA Dianalisis, Petakan Sektor Lemah dan Industri Berprospek
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 07.00
Rencana Pemangkasan Insentif Motor Listrik Dinilai Menjaga Ketahanan Fiskal
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.35
Waka MPR Ibas Dorong Target dan Strategi Indonesia Menuju 100 GW
Berita terkait
75% Gas RI Dipakai Domestik, Terbesar untuk Industri
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.50
Ternyata RI Masih Ekspor Gas, Segini Jumlahnya
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.15
Didik Rachbini: Ekonomi Sulit Tumbuh 7-8 Persen Jika Industri Tak Berubah
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 22.16
PR Besar Menperin Baru Genjot Industri Jadi Mesin Ekonomi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 21.36