Video: PR Pengusaha Jaga Kelangsungan Produk Alkes Made In Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri alat kesehatan dan laboratorium (alkes & lab) di Indonesia tengah menghadapi tekanan signifikan akibat kenaikan biaya impor bahan baku dan bahan jadi, serta meningkatnya biaya transportasi, yang dipengaruhi oleh situasi perang dan pelemahan nilai tukar Rupiah. Irwan Hermanto, Wakil Ketua Umum Ikatan Gakus Laboratorium dan Alat Kesehatan (I Gakeslab), menyampaikan bahwa tekanan ini mempengaruhi daya beli dan meningkatkan biaya operasional perusahaan. Di tengah kondisi ini, industri menginginkan dukungan pemerintah agar sektor swasta dapat terlibat dalam pasokan alkes dan lab ke layanan kesehatan pemerintah, termasuk rumah sakit. Selain itu, aturan dan proses yang dianggap panjang dan rumit menjadi kendala bagi industri untuk memasok produknya ke pemerintah. Untuk mempertahankan profit yang semakin tipis, pelaku industri berupaya meningkatkan efisiensi, termasuk dengan tidak menambah jumlah tenaga kerja. Mereka juga mendorong penggunaan produk alkes dan lab lokal agar impor dapat berkurang, dengan dukungan kebijakan pemerintah yang mengutamakan produk dalam negeri agar konsumen terbiasa menggunakan produk lokal.
Bagikan
Berita terkait
Menkes Ungkap Efisiensi Pengadaan Alkes Capai 52%: Penghematan Rp 10,25 T
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 10.11
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, PKB sebut Industrialisasi Harus Diperkuat
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 20.00
Kinerja Satgas Hilirisasi Berhasil Bikin RI Menguasai 41% Industri Nikel Olahan Dunia
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 16.10
Ketergantungan Produk Impor, Primaya Ungkap Harga Obat Hingga Alkes Melonjak Imbas Pelemahan Rupiah
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 17.55