Biaya Perang Membengkak, Rusia Pangkas 35% Belanja Nonmiliter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Rusia memotong belanja nonmiliter hingga 35% untuk menekan tekanan fiskal akibat meningkatnya biaya perang, sementara belanja pertahanan tetap dipertahankan. Kementerian Keuangan Rusia melaporkan defisit anggaran federal mencapai 5,8-5,9 triliun rubel (2,5% PDB) pada Januari-April 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Defisit kumulatif kemudian naik menjadi 6,5 triliun rubel (2,8% PDB) pada akhir Juli dan mencapai 8,654 triliun rubel pada 24 Agustus 2026.
Menteri Keuangan Anton Siluanov menyatakan dukungan penuh terhadap anggaran, namun pada April 2026 telah memperingatkan PM Mikhail Mishustin tentang risiko keterbatasan kas untuk memenuhi kewajiban pemerintah. Saldo rekening tunggal perbendaharaan federal dilaporkan mencapai minus 5,5 triliun rubel (sekitar USD65,3 miliar).
Sebagai bagian dari penghematan, pemerintah meminta lembaga federal menyiapkan pengurangan pegawai hingga 15%. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui tekanan defisit anggaran namun menyebut kondisi masih dapat dikelola.
Bagikan
Berita terkait
Rusia dan Ukraina Lakukan Pertukaran Tawanan Perang Melalui Belarus
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 10.00
Zelensky Tolak Pemilu di Masa Perang: Akan Memecah Belah Ukraina
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.44
Drone Ukraina Hantam Gudang Ozon di Rusia, 10 Orang Tewas
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 03.00
Ekonom Nilai Disiplin Belanja dan Penerimaan Jadi Kunci Jaga Defisit 2027
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 13.30