Zelensky Tolak Pemilu di Masa Perang: Akan Memecah Belah Ukraina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak gagasan penyelenggaraan Pemilu di tengah perang dengan Rusia, menilainya sebagai 'tsunami' yang berisiko memecah belah negara. Penolakan ini disampaikan usai mantan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, yang baru saja dipecat, menyerukan pelaksanaan pemilu. Ukraina telah menangguhkan pemilihan umum sejak 2022 di bawah aturan darurat militer, langkah yang masih mendapat dukungan luas dari masyarakat karena fokus pada pertahanan nasional. Zelensky menekankan bahwa mengadakan pemilu saat konflik aktif dapat menghancurkan persatuan negara dan justru memberi keuntungan bagi Rusia. Ia menyampaikan hal ini dalam sesi taklimat dengan jurnalis, termasuk AFP, pada hari Sabtu, yang merupakan pertemuan pertamanya dalam beberapa bulan terakhir. Gejolak politik terbaru muncul setelah Zelensky memecat Fedorov, yang populer di kalangan publik. Fedorov sempat menyerukan pelaksanaan pemilu namun tidak menyampaikan rencana detail, sehingga sebagian pendukungnya menjauh. Para ahli menyoroti hambatan logis dalam penyelenggaraan pemilu, seperti partisipasi tentara, jutaan pengungsi Ukraina, pendudah di wilayah pendudukan, dan ancaman disinformasi dari Rusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 03.00
Drone Ukraina Hantam Gudang Ozon di Rusia, 10 Orang Tewas
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.18
Prancis Selidiki Dugaan Operasi Disinformasi Rusia Sasar Gabriel Attal
Berita terkait
Mantan Menhan Ukraina: Demokrasi Tidak Boleh Disandera Rusia
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 16.25
201 Drone Ukraina Serbu Moskow, Rusia Bombardir Kyiv
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 18.25
600 Drone Ukraina Serang Moskow dalam Semalam, 1 Orang Tewas
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.36
AS dan Turki Hendak Pasok Senjata ke Ukraina, Rusia Tuntut Penjelasan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.03