Biennale Klaten Bawa Seni ke Sawah dan Sungai, Libatkan Bank Sampah hingga Pemulung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Biennale Klaten Environmental Art 2026 digelar pada 20-22 April 2026 di Ruang Publik Lima Benua, Geritan, Belangwetan, Klaten Utara. Dengan tema 'Tak Gendong The Power of Women', kegiatan ini membawa seni keluar dari galeri ke ruang publik seperti sawah, sungai, dan gang. Sekitar 50 seniman dan budayawan bekerja sama dengan warga, termasuk ibu-ibu pengelola bank sampah, pemulung, dan penggiat lingkungan. Kementerian Kebudayaan mendukung melalui Program Dana Indonesiana 2025 kategori Pendayagunaan Ruang Publik. Staf Khusus Menteri Kebudayaan M. Asrian Mirza menilai kegiatan ini sebagai contoh penggunaan dana negara yang efektif untuk melibatkan masyarakat. Biennale menggunakan pendekatan seni lingkungan dan upcycling, mengolah barang bekas menjadi karya seni. Lima maestro seni klasik dan lima seniman kontemporer juga terlibat, dengan dukungan empat ahli tata kelola. Proses dimulai sejak 17 Oktober 2025 melalui kajian dan residensi, kemudian dipresentasikan ke publik. Kegiatan ini memperluas ruang seni ke lingkungan sehari-hari warga.
Bagikan
Berita terkait
Wayang Kulit Sambut HUT ke-81 RI, Kemenbud Perkuat Seniman Tradisi
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 17.30
Guru Besar IPB Ungkap Penerapan Strict Liability dalam Karhutla
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 18.46
Bima Arya Ajak DPRD Se-Indonesia Kawal APBD agar Lebih Berdampak
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 18.39
Pawai Artis Semarakkan HUT Pati ke-703, Limbad Terlihat Dampingi Plt Bupati
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 18.37