Wayang Kulit Sambut HUT ke-81 RI, Kemenbud Perkuat Seniman Tradisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pelestarian wayang kulit sebagai warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO sejak 2003, khususnya di kalangan generasi muda. Dalam acara Gema Pelindungan Budaya Nusantara (Gempita) yang bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Fadli menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan seni tradisi agar tidak hanya tersimpan sebagai museum budaya. Pemerintah juga mendukung seniman tradisi melalui Dana Indonesiana sebagai instrumen pengembangan ekosistem kebudayaan. Acara tersebut menampilkan pagelaran wayang kulit lakon Gathutkaca Kusumayuda oleh dalang Ki Cahyo Kuntadi di halaman Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus. Fadli menambahkan bahwa keberagaman budaya Indonesia menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan bangsa, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Pemajuan kebudayaan menjadi amanat Pasal 32 ayat (1) UUD 1945, membutuhkan partisipasi pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat. Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan Tradisi Restu Gunawan menekankan bahwa keberlangsungan wayang tidak terlepas dari dedikasi para seniman yang menjadi penjaga tradisi tersebut. Acara Gempita juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, jajaran Kementerian Kebudayaan, Ketua Umum PEPADI Tumiyono, dan Ketua Umum SENAWANGI Bambang Soelistyo.
Bagikan
Berita terkait
Dana Indonesiaraya Bawa Seni Sunda ke Festival Folklor Hungaria
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 05.10
Hari Kesaktian Pancasila, Fadli Zon Ajak Rawat Keberagaman
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 15.08
Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar
JawaPos · 30 September 2026 pukul 17.18
Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar
JawaPos · 30 September 2026 pukul 10.31