Bima Arya Dorong Kepala Daerah Ubah Paradigma Pembangunan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong kepala daerah untuk mengubah paradigma pembangunan yang selama ini hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan harus mempertimbangkan keberlanjutan sosial, budaya, dan ekologis, serta manfaat bagi lintas generasi. Perubahan ini bertujuan mencegah benturan antara kepentingan pertumbuhan ekonomi, hak masyarakat adat, dan kelestarian alam.
Bima menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, terutama melibatkan tokoh adat dan aktivis ekologis. Ia meminta kebijakan tidak hanya berdasarkan popularitas atau regulasi, tetapi juga mempertimbangkan warisan budaya, kekayaan alam, dan hukum adat setempati. Dalam sambutannya pada acara Pekan Rakyat Lingkungan Hidup di Pekanbaru, ia menyampaikan bahwa tata ruang harus menjadi dasar desain pembangunan daerah dengan prinsip keseimbangan ekologis.
Bima juga mendorong percepatan pengakuan masyarakat hukum adat melalui peraturan daerah (Perda), karena masih banyak wilayah yang belum memiliki regulasi tersebut meskipun sebagian sudah memiliki Perda tetapi belum menerapkannya. Ia menyampaikan apresiasi kepada WALHI dan aktivis lingkungan yang dapat berperan sebagai jembatan antara masyarakat adat, kearifan lokal, dan pemangku kebijakan. Kemendagri siap kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat adat, dan aktivis untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan keadilan ekologis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.26
Bima Arya Minta Pembangunan Daerah Tak Abaikan Masyarakat Adat dan Alam
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.32
Bima Arya Dorong Kepala Daerah Ubah Paradigma buat Perkuat Keadilan Ekologis
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 14.09
Wamendagri Bima Arya Dorong Kepala Daerah Perkuat Keadilan Ekologis
Berita terkait
Jaga Adat Lokal IKN, Lembaga Adat Paser dan Warga Mentawir Bakal Gelar Festival Budaya Kampung
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 13.24
Arah Baru Bisnis dan HAM: Bukan Sekadar Patuh, Pemulihan Harus Utuh
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 19.56
Mahasiswa Jerman dan RI Rancang Kawasan Transmigrasi Barelang
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 10.45
Kementrans Gaet Undip & TUM Jerman Rumuskan Penataan Kawasan Tanjung Banon
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 21.06