Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Bima Arya Wanti-Wanti soal e-Voting: Jangan Sampai Tukar Risiko Lama dengan Baru

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan peringatan penting soal penerapan e-voting secara nasional. Ia menekankan bahwa digitalisasi pemilu bukan sekadar memindahkan proses ke bentuk elektronik, tetapi harus memastikan keamanan, transparansi, dan akuntabilitas. Bima menyatakan bahwa penerapan e-voting dapat menimbulkan risiko baru seperti serangan siber, kegagalan autentikasi, ancaman internal, dan intervensi asing.

Meskipun demikian, Bima menyatakan bahwa uji coba e-voting dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) telah berjalan lancar. Sistem ini dapat mengurangi biaya, mempercepat penghitungan hasil, dan menghindari kesalahan manusia akibat kelelahan. Ia juga menyebut bahwa sistem ini tidak memerlukan APBDes dan dapat mengurangi kebutuhan logistik pemilu.

Bima mendorong pembuatan peta jalan demokrasi digital yang komprehensif agar transformasi digital kepemiluan dapat diterapkan secara matang, aman, dan berintegritas menjelang Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan co-creation antara semua pemangku kepentingan dalam proses ini.

Konferensi yang digelar di Hotel Le Meridien, Jakarta, dihadiri oleh Direktur Eksekutif Perludem, anggota DPR RI, serta Komisioner KPU secara langsung maupun virtual.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait