BIN Tanggapi Kabar WNI jadi Target Perekrutan Tentara Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338734/original/066969800_1788339522-0cd930c4-e6e4-4589-9850-507199badb69.jpg)
Badan Intelijen Negara (BIN) resmi menanggapi informasi tentang 8 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia. Kepala BIN, Muhammad Herindra, memastikan masalah ini menjadi perhatian intelijen, namun belum merinci jumlah target atau daerah konsentrasi perekrutan. Perekrutan dilakukan melalui modus penawaran pekerjaan sebagai satuan pengamanan (satpam) dan tenaga administrasi dengan iming-gingan gaji besar, yang kemudian WNI dikirim untuk menjadi tentara. Koordinasi antara Otoritas Intelijen dan Kementerian Luar Negeri telah mengirimkan utusan ke negara terkait. Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) mengidentifikasi delapan WNI yang sudah menjadi bagian dari militer Rusia, yaitu Erwanda, Muhammad Syaripudin, Putra Pratama Yuda, Hudri Fadli Ngangun, M. Hadi Maulana, Dwi Kencana Haryanto, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Hakim Nugraha.
Bagikan
Berita terkait
Yusril: 8 WNI diduga jadi tentara Rusia masih diverifikasi
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 10.46
8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Legislator Tegaskan Tak Wakili Kepentingan RI
Detik.com · 2 September 2026 pukul 08.45
Pemerintah Verifikasi 8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Yusril: Kedepankan Kehati-hatian
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 07.34
Serba-serbi 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia dengan Gaji Tinggi
Detik.com · 2 September 2026 pukul 07.27