BKKBN Akui Akses Sulit dan Ongkos Mahal Jadi Kendala Penyaluran MBG 3B di Pelosok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) telah menjangkau 634.712 penerima manfaat. Data Pusdatin BGN per 18 Agustus 2026 menunjukkan penyaluran didukung oleh 1.745 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 84 kabupaten/kota dari total 99 kabupaten/kota 3T yang ditargetkan. Dari jumlah penerima, terdiri atas 54.875 ibu hamil, 129.012 ibu menyusui, dan 450.825 balita non-PAUD yang tersebar di 8 provinsi sasaran.
Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, mengakui bahwa masih ada sekitar 15 kabupaten/kota 3T yang belum melayani penyaluran MBG 3B. Pelaksanaan program di daerah terpencil dihadapkan pada tantangan berat, terutama kondisi geografis yang sulit dan tingginya biaya distribusi. Hambatan akses geografis ini berisiko menyebabkan keterlambatan pengiriman makanan, sehingga pemanfaatan Posyandu sebagai titik kumpul penampungan menjadi sangat penting.
Selain akses lokasi yang sulit, masalah besarnya insentif kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mengantarkan makanan ke rumah warga menjadi perhatian utama kementerian. Kombinasi faktor geografi, biaya logistik, dan sistem insentif yang belum optimal menjadi kendala utama dalam memperluas cakupan dan efisiensi penyaluran MBG 3B di wilayah 3T.
Bagikan
Berita terkait
13 Dampak Kurang Makan Sayur untuk Kesehatan
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 22.30
Aturan Minum Air Putih Harian Menurut Ahli Gizi: Berapa Banyak yang Benar-Benar Dibutuhkan Tubuh?
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.55
BGN Akui Akses Sulit dan Ongkos Mahal Jadi Kendala Penyaluran MBG 3B di Pelosok
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 17.31
Efisiensi Jadi Kendala, Kader TPK Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan Baru 11 Persen
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 16.45