Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Catat 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 235 kali aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 14.00 WIB setelah gempa tektonik utama di utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gempa susulan tersebar di sebelah utara Pulau Flores dengan magnitudo antara M2,5 hingga M6,2. BMKG memantau sesar secara real-time dan memperkirakan proses peluruhan alami membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu, mirip pola gempa di Maluku Utara sebelumnya. Gempa utama berhasil diperbarui menjadi magnitudo M7,7 dengan kedalaman 15 km, memicu peringatan dini tsunami dalam waktu 2 menit 16 detik. Gelombang tsunami mencapai 1,61 meter di Reo Manggarai dan Manggarai Timur, sementara BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pukul 07.30 WIB setelah kondisi laut aman. Gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar Flores Back Arc Thrust, berbeda dengan gempa M7,8 pada 1992 yang lebih dalam. Intensitas guncangan tertinggi mencapai VII MMI di Aesesa, Riung, dan Kota Ambai. BMKG mengirimkan tim ahli untuk survei mikrozonasi dan makroanalisis di Ngada dan Nagekeo guna mendukung rekonstruksi bangunan tahan gempa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait