BMKG: Gempa NTT Magnitudo 7,7 Akibat Sesar Naik Busur Belakang Flores
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi disebabkan oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan dalam konferensi pers bahwa mekanisme gempa ini memiliki potensi menimbulkan gempa susulan dengan magnitudo hingga 7,8 hingga 7,9. Ia juga mengingatkan bahwa wilayah ini pernah mengalami gempa serupa pada tahun 1992 dengan magnitudo 7,5 yang menyebabkan kerusakan signifikan. BMKG menegaskan bahwa ancaman tsunami telah berakhir pada pukul 07.30 WIB, namun akan terus memantau aktivitas gempa dan ketinggian air laut di stasiun-stasiun resmi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.46
BNPB: Gempa Susulan Usai 7,7 M di NTT Capai 731 Kali, Terbesar 6,2 M
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 07.03
Gempa Susulan M 5,2 Guncang Ruteng NTT Minggu Pagi
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 06.52
Luluh Lantak NTT Imbas Gempa 7,7 M: Ratusan Rumah Rusak, Puluhan Orang Tewas
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 20.47
Riwayat Gempa Bumi NTT Sejak 1898 Hingga 2026, Getaran Kuat di Kedalaman Dangkal
Berita terkait
Sudah 1.624 Gempa Susulan Terjadi di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.53
BMKG Catat 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 19.36
Sejumlah Desa di Selayar Sempat Terendam Air Laut Usai Gempa NTT
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 18.50
Tsunami 1,61 Meter Terjang Pesisir Reo Manggarai Usai Gempa NTT M7,7
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 18.20