Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla di Kaltim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi defisit air di Waduk Sepaku dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Operasi ini dilakukan bersama Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), TNI-AU, BNPB, dan Pemerintah Kaltim. Menurut Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, modifikasi cuaca tidak membuat hujan secara langsung, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia agar hujan turun lebih cepat dan luas. Operasi OMC di IKN dilaksanakan pada 22-27 Agustus 2026 untuk mengatasi penurunan air Waduk Sepaku, sementara di Kabupaten Berau dilaksanakan mulai 24-28 Agustus 2026 untuk mengatasi titik panas karhutla.

Data per 20 Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Kaltim sedang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Pendek hingga Panjang, dengan durasi terpanjang di Kabupaten Kutai Barat dan Paser yang mencatat 28 hari berturut-turut. Cadangan air di Waduk Sepaku yang menjadi sumber air baku IKN terus menurun sejak Juli 2026 akibat El Nino. Pada periode 1-23 Agustus 2026, tercatat 13.273 titik panas di Kaltim. Potensi pertumbuhan awan di Kaltim pada 23-31 Agustus berada di kategori tinggi hingga sedang, terutama di bagian utara, namun menurun pada 28-31 Agustus sehingga cuaca relatif kering.

Berdasarkan pantauan BMKG, potensi hujan ringan-sedang terprediksi di wilayah barat, barat laut, dan utara Kaltim pada 24-26 Agustus 2026, namun intensitas dan sebaran hujan menurun signifikan mulai 27 Agustus hingga 1 September 2026. Saat ini, status penanganan karhutla di Kaltim masih berada pada level Siaga Bencana. Pemerintah Kaltim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera mengajukan bantuan kepada BNPB jika situasi memburuk.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait