Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

BNN Evolusi Strategi Pencegahan Narkoba ke Jalur Sains dan Perubahan Perilaku

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah strategi pencegahan narkoba dari pendekatan reaktif menjadi berbasis sains dan perubahan perilaku. Hal ini merupakan temuan utama Laporan Komprehensif ANANDA Bersinar 2026, yang dikaji oleh Tim Klinik Digital dan Associate Prof. Dr. Devie Rahmawati dari Program Vokasi Universitas Indonesia. Studi ini menggunakan analisis kuantitatif web scraping, triangulasi sumber, dan kerangka evaluasi berbasis bukti pada rentang 30 Januari hingga 19 Agustus 2026.

BNN kini tidak hanya fokus pada penyelesaian kasus narkotika setelah kejadian, tetapi membangun intervensi dini melalui anak, teman sebaya, guru, sekolah, keluarga, komunitas, hingga layanan rehabilitasi. Program ANANDA Bersinar telah melibatkan 833 sekolah di DKI Jakarta, 818 guru, dan bergerak di enam provinsi. Pendekatan ini didukung oleh teori seperti Social Ecological Model, Theory of Planned Behavior, dan kerangka evaluasi RE-AIM serta standar WHO-UNODC.

Menurut riset, keberhasilan pencegahan tidak diukur dari jumlah narkoba yang disita, tetapi dari seberapa banyak anak yang tidak pernah memulai. BNN bertransformasi dari 'campaign thinking' ke 'ecosystem thinking', membangun lingkungan yang membuat pilihan sehat lebih mudah dan narkoba tidak relevan dalam kehidupan anak.

Berita terkait