BNN Evolusi Strategi Pencegahan Narkoba ke Jalur Sains dan Perubahan Perilaku
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah strategi pencegahan narkoba dari pendekatan reaktif menjadi berbasis sains dan perubahan perilaku. Hal ini merupakan temuan utama Laporan Komprehensif ANANDA Bersinar 2026, yang dikaji oleh Tim Klinik Digital dan Associate Prof. Dr. Devie Rahmawati dari Program Vokasi Universitas Indonesia. Studi ini menggunakan analisis kuantitatif web scraping, triangulasi sumber, dan kerangka evaluasi berbasis bukti pada rentang 30 Januari hingga 19 Agustus 2026.
BNN kini tidak hanya fokus pada penyelesaian kasus narkotika setelah kejadian, tetapi membangun intervensi dini melalui anak, teman sebaya, guru, sekolah, keluarga, komunitas, hingga layanan rehabilitasi. Program ANANDA Bersinar telah melibatkan 833 sekolah di DKI Jakarta, 818 guru, dan bergerak di enam provinsi. Pendekatan ini didukung oleh teori seperti Social Ecological Model, Theory of Planned Behavior, dan kerangka evaluasi RE-AIM serta standar WHO-UNODC.
Menurut riset, keberhasilan pencegahan tidak diukur dari jumlah narkoba yang disita, tetapi dari seberapa banyak anak yang tidak pernah memulai. BNN bertransformasi dari 'campaign thinking' ke 'ecosystem thinking', membangun lingkungan yang membuat pilihan sehat lebih mudah dan narkoba tidak relevan dalam kehidupan anak.
Bagikan
Berita terkait
BNN Dorong Penguatan Resiliensi Generasi Muda Lewat Kuliah Umum
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 11.15
Bea Cukai dan Polri-BNN Bersinergi Ungkap 8 Kasus Narkotika dengan Modus Paket Kiriman
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 19.04
BNN Usulkan Ketamin Masuk Golongan Narkotika
Detik.com · 3 September 2026 pukul 18.42
Dari Sisa Jadi Bisa Vol.3, Nojorono Ajak Warga Depok Peduli Pascakonsumsi
kumparan · 3 September 2026 pukul 16.57