BNPB: Heli Jepang di Kalbar, Namun Belum Beroperasi Akibat Visibility Rendah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BNPB menyelidiki kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang menyebabkan helikopter bantuan Jepang tidak dapat beroperasi akibat visibility rendah. Pada 14 September 2026, terdeteksi 19 titik api baru seluas 261,5 hektare. Tim gabungan berhasil memadamkan 180,8 hektare, sisa 80,7 hektare yang masih terbakar. Operasi helikopter Chinook Jepang akan dilakukan ketika visibility mencapai 3,5-5 km. Di kalangan 14.759 anggota satgas darat, operasi modifikasi cuaca dan water bombing terus berlangsung. Di wilayah lain, karhutla tersebar di empat provinsi dengan total 1.047.87 hektare yang menjadi fokus pemadaman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 18.35
Kebakaran Hutan Kalbar Meluas, Tembus 48 Ribu Hektare
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.50
Luas Lahan Terbakar di Kalbar Tembus 48.536 Ha, Masih Ada 19 Hotspot
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.40
BNPB: Ribuan Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah Kalimantan, Termasuk Ada yang Mengancam IKN
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.38
Jarak Pandang Minim, Heli Jepang Belum Dioperasikan Padamkan Karhutla
Berita terkait
Karhutla di Kalbar Belum Padam, 375 Hektare Lahan Terbakar dan Udara Berbahaya
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.10
BNPB Catat 72.798 Hektare Lahan Terbakar, Kalbar Sumbang 38.310 Hektare
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 11.00
BNPB: Karhutla masih Landa Sumsel, Jambi, dan Riau
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.17
IKN Siaga 1! Api Kebakaran di 319 Hektare Lahan Belum Padam
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 17.57