Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

BNPB: Hunian sementara penyintas gempa NTT dibangun bertahap

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaksanakan secara bertahap berdasarkan hasil verifikasi penerima manfaat. Tujuannya agar warga dapat segera meninggalkan lokasi pengungsian menuju pemulihan permanen. Pemerintah memberikan dua opsi bagi pemilik rumah rusak berat: mengakses Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk sewa rumah atau dibangun huntara, namun sebagian besar warga memilih bantuan bentuk huntara.

Berdasarkan data per 28 September 2026, progres pembangunan huntara di beberapa kabupaten masih terus berkembang. Di Kabupaten Manggarai, empat unit selesai, 50 unit di atas 50 persen, dan 60 unit di bawah 50 persen dari total 1.494 rumah rusak berat yang diverifikasi. Di Manggarai Timur, dari target 1.305 unit, enam unit selesai dan 561 unit dalam pengerjaan. Di Ngada, 11 unit selesai dan 272 unit dalam proses. Di Nagekeo, sembilan unit insitu selesai dan 173 unit dalam pengerjaan. Di Sikka, dua unit selesai dan 25 unit dalam pengerjaan. Di Ende, tujuh unit selesai dan tujuh unit dalam proses.

Di Manggarai Barat, pemerintah daerah masih menyusun Surat Keputusan (SK) penerima bantuan setelah adanya peralihan keputusan warga dari DTH ke pilihan huntara. Setiap pendirian huntara didahului dengan sosialisasi dan musyawarah bersama warga, serta penyelesaian dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Berita terkait