Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

BNPB Percepat Bantuan Rumah Rusak dan Huntara untuk Korban Gempa NTT

BNPB mempercepat realisasi bantuan untuk warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di tujuh kabupaten Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Ngada, Sikka, dan Flores Timur. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan skema bantuan meliputi Hunian Sementara (Huntara), Hunian Tetap (Huntap), Dana Tunggu Hunian (DTH), dan Dana Stimulan Rumah Rusak Ringan dan Sedang. Untuk rumah rusak ringan, warga mendapatkan bantuan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan Rp30 juta. Dana ini akan disalurkan melalui rekening masing-masing penerima setelah diverifikasi, dengan 75% dapat dicairkan tunai dan sisanya berdasarkan bon pembelian material.

Untuk warga dengan rumah rusak berat, pemerintah menyediakan paket huntara yang dilanjutkan dengan pembangunan huntap. Warga yang tidak ingin tinggal di huntara dapat mengambil DTH sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Suharyanto menegaskan warga juga bisa meminta huntap dibangun di atas lahan mereka sendiri dengan berbagai skema seperti komunal, in situ, atau mandiri.

Berdasarkan data BNPB per 27 September 2026, tercatat 44.767 unit rumah rusak (ringan, sedang, dan berat) telah terverifikasi di NTT. Target penerima DTH dan huntara mencapai 4.008 penerima dengan total estimasi biaya Rp136,27 miliar. Untuk pembangunan huntara, per 29 September 2026 tercatat 124 unit selesai, 861 unit dalam pembangunan dengan progres di bawah 50%, 117 unit di atas 50%, dan 299 unit masih dalam tahap persiapan lahan dan survei.

Berita terkait