Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara Tangani Karhutla di Sejumlah Wilayah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia melalui operasi darat, operasi udara, pemantauan titik api, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penanganan ini dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat. Beberapa kejadian karhutla berhasil dipadamkan, seperti di Kota Batam (35 hektare), Kabupaten Samosir (5 hektare), dan Kabupaten Kutai Barat (10 hektare). Di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, karhutla telah tersebar di tujuh distrik dengan total 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak. Di Kalimantan Barat, empat unit water bombing melakukan delapan sortie dengan total 1.052.000 liter air untuk menangani sekitar 13 hektare lahan. Operasi ini juga didukung oleh OMC dengan penerbangan bahan semai untuk mendorong hujan di wilayah yang berpotensi terdampak.

Di Kalimantan Tengah, operasi udara menemukan 25 fire spot dan tiga helikopter water bombing melakukan 159 kali penjatuhan air. Di Kalimantan Selatan, dua helikopter water bombing melakukan 243 kali penjatuhan air dengan volume 1.029.000 liter untuk menangani sekitar 13 hektare lahan. Di Provinsi Jambi, pemantauan udara menemukan 14 fire spot, dan operasi water bombing berhasil menangani sekitar 226,9 hektare lahan. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran di kawasan hutan jati Gunung Bungkuk (7 hektare) berhasil dipadamkan melalui penanganan manual oleh berbagai pihak. Di Aceh Besar, total 11 hektare lahan terbakar dan berhasil dipadamkan dengan empat armada pemadam dan 20 personel.

Presiden Prabowo Subianto turun langsung untuk meninjau lokasi karhutla di Kalimantan Barat dan Riau, serta memastikan pasokan oksigen segera diperkuat untuk mendukung penanganan di Riau. Pemerintah menargetkan karhutla di Kalimantan Selatan padam dalam dua pekan dengan keterlibatan ribuan personel, water bombing, pompa air, dan mobil tangki. Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian kekeringan di sejumlah daerah yang mempengaruhi akses air bersih bagi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dianggap kunci untuk pencegahan dan pemantauan berkelanjutan agar karhutla tidak berkembang lebih lanjut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait