BNPP RI & BRIN Bahas Model Desentralisasi Adaptif untuk Wilayah Perbatasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan audiensi untuk membahas pengembangan model desentralisasi adaptif yang sesuai dengan karakteristik wilayah perbatasan. Audiensi ini dipimpin Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, dan dilaksanakan di Sekretariat Tetap BNPP RI. Makhruzi menekankan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan melibatkan dua dimensi utama: keamanan dan kesejahteraan, serta membutuhkan koordinasi lintas kementerah dan antara pusat dan daerah. Strategi pengelolaan BWN-KP 2025-2029 mencakup 204 kecamatan perbatasan prioritas, 22 PKSN, dan 26 PLBN, dengan 15 PLBN sudah terbangun, tiga belum, dan delapan dalam rencana pembangunan gelombang III. Selain itu, terdapat 111 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT), dengan 28 menjadi perhatian khusus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 21.10
BNPP dan BRIN Bahas Model Desentralisasi Adaptif untuk Pengelolaan Wilayah Perbatasan
Berita terkait
China Perketat Aturan Perbatasan, Warga Taiwan Terancam Dilarang Keluar
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 08.11
Infiltrasi Drone ke Wilayah NATO: Garis Depan Baru Perang Hibrida di Eropa
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 21.48
BRIN Bikin Kapal Multifungsi Pembongkaran Lepas Pantai, Pertama di Dunia
Detik.com · 8 September 2026 pukul 21.02
Startup di India Bangun Roket 3D Printing, Bikin Kepala BRIN Kaget
Detik.com · 8 September 2026 pukul 19.35