Bocah SD Boyolali yang Diakui NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ibrahim, seorang siswa sekolah dasar dari Boyolali, Jawa Tengah, mendapatkan pengakuan dari NASA setelah berhasil menemukan kerentanan "broken link hijacking" pada salah satu sistem lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut. Kerentanan berasal dari tautan media sosial NASA yang sudah tidak aktif dan berpotensi dimanfaatkan pihak lain untuk phishing. Temuan itu dilaporkan melalui mekanisme responsible disclosure dan diverifikasi tim keamanan NASA. Ibrahim menerima Letter of Recognition tertanggal 9 Juli 2026. Proses penemuan memakan waktu sekitar enam hari dengan durasi tiga hingga empat jam per hari, dibantu perangkat berbasis kecerdasan buatan DeepSeek. Kemampuan coding-nya dipelajari secara otodidak melalui internet, YouTube, komunitas daring, dan bimbingan ayahnya yang merupakan guru komputer di Boyolali. Sebelumnya, Ibrahim juga pernah menemukan kerentanan pada sistem milik Pemerintah Provinsi Lampung. Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan laptop, tas, dan perlengkapan pendidikan. Selain itu, Ibrahim memperoleh beasiswa dari SMP Islam Al Abidin Surakarta. Saat ditanya cita-citanya, Ibrahim menjawab ingin menjadi cyber security professional.
Bagikan
Berita terkait
Serangan Siber Sasar Sistem Pajak Prancis, 678.000 Pengguna Terdampak
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 02.15
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Pertumbuhan Digital Harus Diikuti Kesiapan Menjaga Keamanan Data dan Sistem
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.17
Urgensi Investasi Keamanan Siber: Dari Teknis ke Meja Direksi
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 13.24