Santri Hafiz 30 Juz di Makassar Temukan Celah Keamanan NASA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 di Pondok Pesantren Al Imam Ashim di Makassar, menemukan celah keamanan kritis berupa SQL Injection pada sistem NASA dan University of Melbourne. Dua celah ditemukan pada sistem NASA dan satu celah pada sistem University of Melbourne. Temuan ini dilaporkan melalui Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd dan divalidasi oleh tim keamanan siber kedua institusi. Hindawi, yang hanya empat hingga lima bulan mempelajari cybersecurity secara otodidak, menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain dan httpx untuk memeriksa response code saat pemetaan sistem. Setelah itu, ia menyaring sistem untuk mencari kelemahan SQL injection. Atas kontribusinya, Hindawi menerima Letter of Recognition (LOR) dari NASA dan konfirmasi validasi dari tim Cyber Operations University of Melbourne. Sebelumnya, ia juga menemukan celah kerentanan pada sistem pondok pesantren tempatnya belajar. Kemampuan cybersecurity-nya dikembangkan mandiri melalui video tutorial dan laporan riset di Bugcrowd.
Bagikan
Berita terkait
Ahli Siber Indonesia Bobol Celah NASA: Ungkap 5.000+ Kredensial Imternal Terpapar
JawaPos · 4 September 2026 pukul 14.31
Bocah SD Boyolali yang Diakui NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 14.02
Riset Ensign Infosecurity: Model AI Canggih Mampu Memangkas Durasi Serangan Siber
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 05.00
AI Canggih kini Bisa Jalankan Serangan Siber, Biaya jadi Senjata Baru Hacker
JawaPos · 17 September 2026 pukul 01.00