Bos Freeport Beberkan Proyek Tambang Masa Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) sedang mengembangkan proyek tambang bawah baru bernama Kucing Liar di distrik mineral Grasberg, Papua Tengah. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029 dan diproyeksikan menjadi tulang punggung operasional perusahaan di masa depan. Dengan cadangan hingga 7 miliar pon tembaga dan 7 juta ons emas, tambang ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan produksi mineral nasional setelah cadangan tambang yang ada mulai menurun.
Investasi total untuk blok Kucing Liar diperkirakan mencapai Rp 72 triliun, dengan Rp 25 triliun sudah terinvestasikan untuk fasilitas pendukung. Kapasitas penambangan bijih diproyeksikan mencapai 130.000 hingga 140.000 ton per hari. Menurut Presiden Direktur Tony Wenas, cadangan saat ini masih cukup hingga tahun 2050, namun perusahaan juga siap melakukan eksplorasi lebih lanjut di bawah permukaan jika pemerintah memberikan kepastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah 2041.
Proyek Kucing Liar diharapkan dapat menggantikan produksi dari Grasberg Block Cave yang akan mulai mengering. Freeport membutuhkan kepastian perpanjangan IUPK untuk memastikan transisi produksi berjalan lancar dan menghindari penurunan signifikan. Sumber daya sebesar 3 miliar ton di bawah lokasi ini berpotensi menambah produksi hingga 20 tahun lagi, bahkan melewati tahun 2061.
Bagikan
Berita terkait
Perpanjangan Izin Tambang (IUPK) Freeport Jadi Perhatian Dunia
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 14.40
Jika Tambang Pulih, Freeport Bisa Setor Rp100 Triliun Buat RI
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.45
Freeport Bakal Mulai Produksikan Tambang Bawah Tanah Baru di 2029
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.30
Efek Dahsyat Bila Tambang Freeport Setop Operasi: Pasar Dunia Goyang!
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 18.35