Bos Rp 7.200 Triliun Mau Turun Tahta, Group Perusahaan Memanas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Tata Sons, N. Chandrasekaran, sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari perusahaan induk investasi utama Tata Group yang bernilai sekitar Rp 7.200 triliun (US$400 miliar). Hal ini terjadi akibat ketegangan dengan Tata Trusts, badan amil yang memegang sekitar 66% saham Tata Sons. Ketegangan berkembang terkait komposisi dewan direksi, strategi perusahaan, dan rencana keluarnya pemegang saham minoritas Shapoorji Pallonji. Perselisihan ini bahkan berujung pada pencopotan seorang direksi, meskipun belum ada keputusan final mengenai pengunduran Chandrasekaran. Laporan ini muncul menjelang rapat umum tahunan Tata Sons pada 18 Agustus 2026, di mana para pemegang saham akan memutuskan apakah Chandrasekaran akan kembali dilantik. Sebelumnya, pada Februari 2026, Tata Sons juga menunda keputusan mengenai pengangkatannya karena penolakan dari Ketua Tata Trusts, Noel Tata. Chandrasekaran bergabung dengan Tata Group sejak 1987, menjadi CEO TCS pada 2009, dan mengambil alih Tata Sons pada 2017.
Bagikan
Berita terkait
Geger Perang Keluarga Rebut Perusahaan Rp 5.800 T, Seret Bank Sentral
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 05.30
Pemprov DKI Belum Putuskan soal Relaksasi Gage: Macet Pertimbangan Utama
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.09
Malam Ini! Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 08.07
Korsel Tuntut Ukraina Minta Maaf gegara Bocorkan Rahasia Tawanan Korut
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.05