Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BPS Ungkap Penyebab Inflasi RI Naik 2,88%, Berkaitan dengan Emas

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 sebesar 2,88 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 3,34 persen yoy, tetapi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,37 persen yoy. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi didorong oleh tiga kelompok pengeluaran utama.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar sebesar 0,87 persen, dengan kenaikan harga 2,97 persen yoy. Penyumbang utamanya adalah ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, dan rokok kretek tangan (SKT). Kelompok transportasi mengalami inflasi 5,12 persen yoy dengan andil 0,62 persen, dipengaruhi oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, mobil, pelumas atau oli mesin, serta sepeda motor. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi pendorong inflasi tahunan pada periode tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait