BPS Ungkap Penyebab Inflasi RI Naik 2,88%, Berkaitan dengan Emas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Juli 2026 sebesar 2,88 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 3,34 persen yoy, tetapi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,37 persen yoy. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi didorong oleh tiga kelompok pengeluaran utama.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar sebesar 0,87 persen, dengan kenaikan harga 2,97 persen yoy. Penyumbang utamanya adalah ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, dan rokok kretek tangan (SKT). Kelompok transportasi mengalami inflasi 5,12 persen yoy dengan andil 0,62 persen, dipengaruhi oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, mobil, pelumas atau oli mesin, serta sepeda motor. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi pendorong inflasi tahunan pada periode tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.11
BPS: Bulan Juli Deflasi 0,14%
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.35
Sinyal Positif Ekonomi RI: Pengangguran Turun 24 Ribu Orang
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 05.45
BPS Catat Harga Beras Premium di Penggilingan Melonjak 10 Persen
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 12.59
Inflasi Tahunan Juli 2026 Sentuh 2,88%, Ini Pemicunya
Berita terkait
Waspada Akhir Tahun, Harga-Harga Diperkirakan Naik Lagi
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.45
BPS: RI Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 20.35
BPS Ungkap Alasan Bensin Masih Picu Inflasi Juli 2026
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.49
Breaking News! RI Deflasi 0,14% pada Juli 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.04