Bukan Cuma Diabetes, Minuman Berpemanis Tingkatkan Risiko Kanker Lambung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, tetapi juga berkontribusi pada risiko kanker lambung. Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi setidaknya satu porsi minuman manis tambahan per hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Risiko ini terjadi baik pada pria maupun wanita, meskipun tingkatnya lebih tinggi pada wanita. Penelitian ini tidak menemukan keterkaitan antara minuman dengan pemanis bukas kalori (seperti teh diet dan soda tanpa gula) dengan kanker lambung. Para peneliti mencurigai senyawa fruktosa, pemanis utama dalam industri minuman, sebagai faktor utama. Studi ini dilakukan selama puluhan tahun dengan 112.284 peserta dari dua studi kesehatan di Amerika Serikat, dan berhasil mendokumentasikan 278 kasus kanker lambung terkonfirmasi.
Bagikan
Berita terkait
Minuman Manis Setiap Hari Dikaitkan dengan Risiko Kanker Lambung Lebih dari Dua Kali Lipat
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 22.15
10 Dampak Sering Menahan Buang Air Kecil
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 20.30
Kanker Naik di Usia Muda, Riset Ungkap Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.00
BRIN peringatkan risiko amplifikasi ekologi dan wabah pascabencana
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 14.14