Buntu dan Bikin Banjir, Luweng di Gebluk Dikeruk Pakai Alat Berat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, DIY, sedang merestorasi saluran pembuangan air bawah tanah atau luweng di Padukuhan Gebluk, Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman banjir yang kerap menyertong kawasan permukiman dan lahan pertanian akibat pendangkalan dan penyumbatan luweng. Kepala Dinas PUPRKP Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menjelaskan bahwa luweng yang terbukti tersumbat menjadi pemicu utama meluapnya air hujan hingga merendam rumah warga. Tumpukan sampah dan endapan tanah adalah penyebab utama penyumbatan luweng tersebut. Proyek ini merupakan pengerukan luweng kedua setelah berhasil merevitalisasi luweng di Dusun Bintaos, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus. Dampak banjir tidak hanya menyentuh rumah warga, tetapi juga mengganggu sektor pertanian, di mana lahan tidak bisa diolah akibat genangan air yang menumpuk.
Bagikan
Berita terkait
Minim Pakan Alami, Monyet Ekor Panjang Mengancam Lahan Pertanian di Gunungkidul
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 10.08
Kekeringan Bisa Sampai November, Pulau Jawa Paling Banyak Terdampak
kumparan · 15 September 2026 pukul 22.22
Jaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di Jateng
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.35
SMPN 16 Medan Sempat Terendam Banjir, Kini Siswa Tak Lagi Waswas Saat Hujan
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 20.06