Minim Pakan Alami, Monyet Ekor Panjang Mengancam Lahan Pertanian di Gunungkidul
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kawanan monyet ekor panjang di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mengancam lahan pertanian warga karena kurangnya sumber makanan alami di hutan. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menjelaskan bahwa hutan di wilayahnya, yang menempati 88,56% dari total kawasan hutan DIY, mayoritas berupa pohon jati yang tidak menyediakan pakan bagi primata. Hal ini menyebabkan monyet-monyet tersebut bergerak menyerbu permukiman dan ladang warga.
Mereka mengincar tanaman pangan seperti jagung, kacang-kacangan, dan ketela, terutama di kawasan selatan Gunungkidul. Usaha warga untuk mengusir satwa ini menjadi semakin sulit karena tingkat adaptasi monyet yang tinggi. Monyet dilaporkan tidak lagi takut dengan suara gertakan petasan maupun senjata mainan, dan bahkan mulai mengenali jadwal rutin pemberian pakan bantuan dari petugas.
Bagikan
Berita terkait
Kakao yang Tumbuh Subur di Kawasan Karst Gunungkidul
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 17.00
Buntu dan Bikin Banjir, Luweng di Gebluk Dikeruk Pakai Alat Berat
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 22.15
Produksi Padi di Pidie Aceh Menurun akibat Hama Wereng Cokelat
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.30
Anggota DPR Dorong Kemenhut Tangani Teror Monyet di Inhil
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 22.02