Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Kekeringan Bisa Sampai November, Pulau Jawa Paling Banyak Terdampak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Pulau Jawa merupakan wilayah paling banyak terdampak kekeringan berdasarkan pemetaan kondisi kekeringan dalam beberapa periode terakhir. Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa kekeringan dapat berlangsung cukup panjang, biasanya dimulai sejak bulan Mei hingga November atau bahkan Desember. Puncak kekeringan dalam data historis 2015-2025 terjadi pada bulan Juli dan September, dipengaruhi oleh berkurangnya curah hujan yang rendah atau tidak merata. Kekeringan memberikan dampak signifikan pada ketersediaan air bersih, produksi pertanian, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pemetaan terbaru, 10 kabupaten/kota dengan tingkat kekeringan tertinggi didominasi wilayah di Pulau Jawa, diikuti oleh Kalimantan (Utara, Barat, Selatan, Tengah, dan Timur), Sulawesi, Papua, Maluku, hingga Aceh. Pada periode dua dasarian terakhir, kekeringan kembali didominasi wilayah Jawa, bersama Kalimantan Barat bagian timur, sebagian Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan Selatan, Papua bagian Merauke, Sumatera bagian selatan, dan Bangka Belitung.

Untuk mengantisipasi kekeringan, BNPB dan pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi seperti operasi modifikasi cuaca (OMC), pengisian embung, danau, waduk, dan tempat penampungan air lainnya. Fokus utama adalah pembangunan sumur dalam serta pemperkuatan kapasitas daerah melalui penyediaan sarana dan prasarana penyimpanan air. Masyarakat di wilayah terdampak disarankan menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan penting seperti minum, memasak, dan sanitasi, serta mengurangi pemakaian air yang berlebihan dan memanfaatkan kembali air bekas yang tidak mengandung bahan kimia keras.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait