Busa di Mulut Jenazah Sutrimo Bukan Racun, Tim Ekshumasi Sebut Cairan dari Paru-Paru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim ekshumasi menyatakan busa di mulut Karumga Febri Adriansyah (Sutrimo) berasal dari edema paru akut, bukan racun. Sutrimo meninggal pada 23 Juli di Klinik Mordent, Jakarta Selatan dengan gejala sesak napas berat. Pemeriksaan tidak menemukan tanda kekerasan, benda tajam, atau racun. Autopsi menyatakan penyebab kematian adalah penyakit jantung iskemik. Pemeriksaan toksikologi juga tidak mendeteksi arsen, sianida, pestisida, atau alkohol.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 16.55
Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Diumumkan: Tak Ada Tanda Kekerasan Benda Tajam atau Tumpul
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 13.40
Sunway Medical Centre Perkuat Layanan Kesehatan Regional, Pasien Indonesia Jadi Fokus Utama
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 00.12
Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Taruna Poltekpel Aceh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 22.28
Kasus Penyelundupan 150 Ribu Benih Bening Lobster di Banten Segera Disidang
Berita terkait
Pertama Kali, Anak 2 Tahun Jalani Suntik Mati di Belanda
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 11.37
Polisi dalami Laporan Dugaan Malapraktik Dokter di Pasaman Barat
JawaPos · 28 September 2026 pukul 22.15
20 Tahun Perjalanan Perawatan Kanker: Seiring Pengobatan Semakin Personal, Harapan Pasien Terus Tumbuh
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 15.00
Dede Indra Permana: Kasus Yayat Mesti Diusut Tuntas, Semua yang Terlibat Harus Diproses
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 00.07