Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

CEIC Sebut  Sinyal Pelemahan Ekonomi Indonesia Menguat

Kajian NEXT Indonesia Center menunjukkan adanya potensi perlambatan ekonomi nasional berdasarkan penurunan sejumlah indikator utama. Composite Leading Indicator (CLI) OECD tercatat turun ke level 99,81 pada Juni 2026, sedangkan Leading Economic Indicator (LEI) rilisan CEIC anjlok 9,69% menjadi 92,41. Penurunan ini menandakan adanya pergeseran momentum pertumbuhan ekonomi yang patut diwaspadai sejak akhir 2025.

Pelemahan tersebut mulai merambah ke sektor riil dan konsumsi rumah tangga yang menopang 53,82% PDB. Indeks Keyakinan Konsumen merosot ke angka 117,8 pada Juni 2026 seiring berlanjutnya kontraksi penjualan eceran. Pada sektor investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terkontraksi 1,45% menjadi Rp502,9 triliun, meski total nilai investasi secara umum masih tertolong oleh ekspansi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 17,36%.

Sektor eksternal juga mengalami tekanan akibat lonjakan impor sebesar 18,37%, yang memangkas surplus perdagangan hingga 81,64% menjadi US$3,6 miliar serta sempat memicu defisit bulanan. Kendati situasi ini belum mengarah pada krisis atau resesi, pemerintah diharapkan segera mengambil langkah antisipatif guna menjaga daya beli masyarakat dan menopang ekspansi dunia usaha domestik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait