Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cerita Warga Manggarai, Dua Hari Hidup Tanpa Listrik Usai Gempa

Warga Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sudah dua hari tanpa listrik setelah gempa bumi. Di pengungsian, warga hanya mengandalkan lampu ponsel, senter, dan genset. Pemadaman juga mengganggu akses internet sehingga komunikasi dengan keluarga terputus. Jufri Husen (36), warga terdampak, mengatakan bahan bakar genset sulit didapat. Genset dipakai untuk penerangan sekaligus menghidupkan pompa air. Tanpa bensin, warga kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Ia meminta pom bensin di Reo diaktifkan agar pasokan bensin stabil.

Mobilitas masih terkendala. Jalur Ruteng-Reo belum bisa dilalui kendaraan roda empat, sementara sepeda motor memakai jalur alternatif. Longsor di Cibal menghambat akses dari Ruteng sehingga alat berat belum masuk ke Reo dan puing rumah yang rubuh belum dibersihkan. Kapolsek Reo Ipda Joko Sugiarto menyatakan korban meninggal di Kecamatan Reo dan Reo Barat mencapai 12 orang, empat di antaranya di Reo Barat. Posko medis pemerintah kecamatan mulai didatangi warga yang luka.

Kebutuhan pengungsian masih besar, meliputi sembako, selimut, tenda terpal, obat-obatan, beras, mi, telur, dan sarden. Bantuan mi instan, air minum, dan tenda terpal sudah diterima. Namun pasokan pangan masih bermasalah karena sebagian toko tutup dan jalan terputus sehingga sembako sulit masuk ke Reo.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait