94 Warga Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Evaluasi Serius
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

DPR mendesak evaluasi penanganan pengungsi pasca-gempa NTT setelah 94 warga meninggal di pengungsian pada 15 Agustus. Mayoritas korban adalah lansia dengan penyakit kronis seperti stroke dan diabetes. Hetifah Sjaifudian menyatakan sistem pengungsian harus mampu melindungi kelompok rentan, terutama dengan memastikan obat terpenuhi dan fasilitas kesehatan memadai. Laporan lapangan menunjukkan keterbatasan di lokasi pengungsian seperti selimut, air bersih, dan obat-obatan. Evaluasi bertujuan mencari titik lemah bukan mencari penyalah, agar tidak terulang pada bencana berikutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 07.58
94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal Dunia, DPR Buka Suara dan Tuntut Audit Total
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 20.12
Klarifikasi BNPB: 94 Korban Meninggal di Pengungsian NTT Mayoritas Lansia
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 22.35
Menyeberangi Laut, Jokowi Kunjungi Warga Terdampak Gempa NTT di Pulau Palue
Berita terkait
ISPA Jadi Penyakit Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Tercatat 3.721 Kasus
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.00
94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal di Pengungsian
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.17
Manggarai Barat optimalkan fasilitas medis layani 9.000 pengungsi
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 20.53
Momen Hangat Prabowo Bercanda dengan Anak-Anak di Pengungsian Gempa NTT
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.13