Perjalanan ke Pengungsian Reo: Rumah Rusak dan Jalan Longsor akibat Gempa NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT, menyebabkan kerusakan masif di Kabupaten Manggarai dan memaksa lebih dari 1.000 warga mengungsi di posko terbesar Mata Air Barang Kolong, Reo. Perjalanan dari Kota Ruteng ke Reo memakan waktu 1,5–2 jam melalui jalan berkelok-kelok yang rawan longsor. Sepanjang rute terlihat rumah-rumah warga rusak hingga roboh, serta tenda-tenda sederhana dari terpal yang didirikan warga di pinggir jalan karena memilih bertahan di dekat rumah, bukan mengungsi ke posko. Beberapa ruas jalan tertutup material longsor dan sempat lumpuh total sebelum dibersihkan oleh petugas.
Rombongan jurnalistik yang dikawal polisi sempat dihentikan warga di Jembatan Wae Pesi, batas masuk wilayah Reo. Warga mengeluhkan belum menerima bantuan dan meminta kondisi mereka disampaikan. Di lokasi pengungsian Reo, ratusan warga berkumpul di lapangan di samping sekolah yang juga terdampak. Meskipun dalam keterbatasan, dapur umum dan posko kesehatan telah beroperasi sejak hari pertama gempa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.51
Cerita Warga Manggarai, Dua Hari Hidup Tanpa Listrik Usai Gempa
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 23.03
TelkomGroup Tuntaskan 100 Persen Perbaikan Infrastruktur Pascagempa NTT
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 22.55
Selain Bantuan Kemanusiaan, TNI AD Siap Membantu Pengadaan Air hingga Layanan Medis di NTT
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 22.17
TNI AD Kirim Kapal Bantuan Kemanusiaan yang Dilengkapi Fasilitas Medis ke NTT
Berita terkait
Islamic Relief Indonesia Distribusikan Bantuan bagi Korban Gempa NTT di Manggarai
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 13.23
Gotong Royong untuk Korban Bencana, Bantuan Difokuskan pada Air Bersih dan Hunian Sementara
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 17.50
Mendagri Sebut Pemda Terdampak Gempa NTT Dapat Tambahan Dana Rp20 M
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 17.56
Mendagri tindaklajuti korban gempa NTT meninggal di pengungsian
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 14.58