Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cerita Warga Saat Gempa M 7,7 Landa NTT: Anak Masih Tidur, Plafon Rumah Roboh

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa ini juga memicu tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,94 meter di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi, dan Maluku. Salah satu warga yang terdampak adalah Suryati dari Desa Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat. Saat gempa terjadi, Suryati sedang berada di kamar mandi untuk mengambil wudu dan bersiap salat Subuh. Anak-anaknya masih tertidur di dalam rumah. Guncangan terasa sangat keras, membuat Suryati dan suaminya Agus bersamaan mengejar anak-anak ke arah yang lebih aman. Mereka berhasil mencari tempat aman di sudut rumah tanpa mengalami luka. Namun, rumah mereka mengalami kerusakan, termasuk plafon di kamar dan ruang tamu yang jebol, kaca yang pecah, dan kerusakan pada bagian instalasi dan gunungan. Suryati dan keluarganya kemudian memilih mengungsi ke Wenmata. Rumah mereka juga sempat dibersihkan setelah dipenuhi debu akibat kerusakan, yang sangat melelahkan dan mengganggu pernapasan. Suryati mengaku masih trauma setelah merasakan gempa tersebut, terutama melihat anak-anaknya yang ketakutan dan gemetar. Hingga Minggu (16/8) pukul 09.00, Basarnas mencatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka atau luka berat. Sejumlah rumah dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat gempa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait