Cetak Advokat Beretika, Peradi Profesional dan Unhas Kaji Pembukaan PPA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Peradi Profesional sedang melakukan kajian pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Advokat (PPA). Kajian dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat, 18 September 2026. Kepala Umum Peradi Profesional, Harris Arthur Hedar, menyatakan dukungannya terhadap pembukaan PPA guna melahirkan advokat yang bermutu, beretika, dan berkarakter kuat. Menurutnya, sistem pendidikan advokat saat ini dianggap terlalu singkat sehingga belum optimal dalam membentuk profesional yang kompeten. Harris menyoroti kelemahan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang hanya berlangsung satu hingga dua minggu, sehingga lulusannya belum siap berpraktik secara mandiri. Ia berharap dengan adanya PPA, kualitas dan kompetensi advokat di masa depan dapat meningkat secara signifikan. Peradi Profesional menargetkan agar program PPA dapat mulai berjalan pada Maret 2027. Sekretaris Jenderal Peradi Profesional, Yuhelson, menjelaskan bahwa pembukaan PPA didasarkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Permenristekdikti Nomor 5 Tahun 2019. Selain itu, ia menekankan bahwa kualitas dan rekrutmen advokat saat ini dinilai terlalu mudah, sehingga menyebabkan degradasi profesi. Dengan adanya PPA, diharapkan profesi advokat dapat kembali dianggap sebagai profesi yang mulia atau *officium nobile*.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian UMKM Jadikan Unhas Simpul Ekosistem Kewirausahaan, Kejar Rasio 3,6 Persen
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.53
Wakapolri Buka Ruang Kritik Mahasiswa untuk Perbaikan Polri
Detik.com · 9 September 2026 pukul 18.13
Unhas Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Mahasiswa Diplonco Senior: Peristiwa 2025
kumparan · 8 September 2026 pukul 12.03
Peradi Profesional Ingatkan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Alat Tekan
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 22.34