Cetak Sejarah, RI Teguhkan Kemerdekaan dengan Ketahanan Pangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia mencatat lompatan bersejarah dalam ketahanan pangan. Setelah terpaksa mengimpor sekitar 7 juta ton beras pada 2024 akibat El Niño, Indonesia kini menghentikan impor beras medium dan memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 5,25 juta ton. Produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29% dibanding tahun sebelumnya. Proyeksi Januari-September 2026 produksi padi mencapai 49,84 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), setara 28,71 juta ton beras.
Pencapaian ini didorong kebijakan strategis seperti penyederhanaan regulasi, perluasan luas tanam, pembangunan irigasi, cetak sawah baru, Brigade Pangan, modernisasi alat mesin pertanian, dan kemudahan akses pupuk. FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia musim 2026/2027 mencapai 38,6 juta ton, menjadikan Indonesia produsen beras terbesar keempat dunia setelah India, China, dan Bangladesh, serta terbesar di ASEAN. Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 mencapai 127,84, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Presiden Prabowo Subianto menyebut swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa, sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh, TNI-Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha. Pemerintah menargetkan produksi terus meningkat, kesejahteraan petani membaik, dan harga pangan stabil.
Bagikan
Berita terkait
Produksi Beras September-November 2026 Berpotensi Turun
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.26
Bukan Cuma Produksi, Kemenko Pangan Ungkap 4 Kunci Ketahanan Pangan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 18.06
Prabowo Diminta Buka Impor Beras, Amran Bilang Jangan: Bisa Bikin 115 Juta Petani Demotivasi
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 14.13
RI Setop Impor Beras, Mentan: Petani Negara Lain Demo
Detik.com · 22 September 2026 pukul 13.48