Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cetak Sejarah, RI Teguhkan Kemerdekaan dengan Ketahanan Pangan

Indonesia mencatat lompatan bersejarah dalam ketahanan pangan. Setelah terpaksa mengimpor sekitar 7 juta ton beras pada 2024 akibat El Niño, Indonesia kini menghentikan impor beras medium dan memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 5,25 juta ton. Produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29% dibanding tahun sebelumnya. Proyeksi Januari-September 2026 produksi padi mencapai 49,84 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), setara 28,71 juta ton beras.

Pencapaian ini didorong kebijakan strategis seperti penyederhanaan regulasi, perluasan luas tanam, pembangunan irigasi, cetak sawah baru, Brigade Pangan, modernisasi alat mesin pertanian, dan kemudahan akses pupuk. FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia musim 2026/2027 mencapai 38,6 juta ton, menjadikan Indonesia produsen beras terbesar keempat dunia setelah India, China, dan Bangladesh, serta terbesar di ASEAN. Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 mencapai 127,84, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Presiden Prabowo Subianto menyebut swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa, sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh, TNI-Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha. Pemerintah menargetkan produksi terus meningkat, kesejahteraan petani membaik, dan harga pangan stabil.

Berita terkait