Fakta-fakta Banjir Dahsyat dan Tanah Longsor di Nepal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Minimal 162 orang tewas di Nepal akibat banjir bandang dan tanah longsor Rabu (26/08), bencana paling dahsyat sejak gempa 2015 yang menewaskan 9.000 orang. Kerusakan meluas di rumah, jalan, jembatan di Sungai Bhotekoshi, wilayah Rasuwa dan Nuwakot. Di Tibet, Gyirong menyaksikan 3 korban tewas dan 558 hilang termasuk 260 warga asing. Infrastruktur penting hancur, ribuan turis terdampak di jalur perdagangan Nepal-China. Otoritas Indonesia fokus memastikan keberadaan 45 WNI di Kathmandu. WHO kirim tim penyelamat, India kirim 10 ton bantuan. Banjir dipicu gletser runtuh dan tanah longsor, bukan gempa. Festival ziarah Kailash Mansarovar dan Gosaikunda di akhir Agustus menjadi fokus wisatawan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 13.45
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 95 Orang, 484 Masih Hilang
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.10
Nepal Banjir Bandang, Ahli Warning Bom Air dari China Tunggu Meledak
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 15.04
260 WN Asing Hilang Akibat Banjir Mengerikan di Nepal, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.01
7 Fakta Baru Banjir Bandang Nepal-Tibet, 165 Tewas-1.000 Orang Hilang
Berita terkait
558 Orang Masih Hilang Usai Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.46
Banjir Bandang Nepal: Ratusan Tewas, Operasi Pencarian Berlanjut
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 07.58
Update Banjir Bandang Dahsyat di Nepal: 157 Jenazah Ditemukan
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 03.40
Total 1.300 Orang Hilang Usai Banjir Bandang di Nepal-Tibet
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 13.18