Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

China Kebanyakan Mobil, Kekurangan Pembeli: Alasan Mereka Menaklukkan Pasar Otomotif Dunia

Pabrik mobil di China sedang kebanjiran order dari luar negeri, namun penjualan domestik justru anjlok. Pada Juli 2026, penjualan mobil di dalam negeri China turun 20 persen hingga mencapai 1,47 juta unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara ekspor melesat 88 persen hingga 923.000 unit. Fenomena ini bertahan sejak sepuluh bulan terakhir. Dalam semester pertama 2026, penjualan domestik China turun hingga 2,3 juta unit, setara dengan seluruh registrasi mobil baru di Jepang, sementara ekspor China justru melompat 71 persen.

Penyebab lemahnya permintaan domestik antara lain harga BBM yang tinggi, pasar properti yang lesu, dan konsumsi masyarakat yang melemah. Segmen sedan entry-level juga kehilangan minat. Menurut Cui Dongshu dari China Passenger Car Association (CPCA), faktor-faktor ekonomi makro ini menekan keinginan konsumen untuk membeli kendaraan.

Di sisi lain, kapasitas produksi yang berlebih dan rantai pasok yang kompetitif mendorong produsen China untuk mengekspor lebih banyak. Bill Russo dari firma konsultan Automobility menyatakan bahwa ekspansi global sudah menjadi strategi wajib bagi produsen besar China. BYD menjadi contoh nyata: penjualan domestiknya turun 35 persen dalam tujuh bulan pertama 2026, namun ekspornya melonjak 79 persen, dengan Brasil dan Inggris menjadi pasar terbesar di luar negeri.

Berita terkait